Sunday, December 04, 2005

Cerita Jalan-jalan II

1. In the Becak
Jogja itu juga identik sama yang namanya becak. Jogja tanpa becak, bukan Jogja namanya. Becak Jogja itu beda sama becak di tempat lain. Selain bentuknya yang lebih tinggi, tempat duduknya juga lebih sempit. Jadi kebayang dong gimana sempitnya duduk di becak sama my husband?! :) Terpaksa duduknya ga bisa sejajar, ada yang maju dan ada yang mundur. Kalau nggak begitu, tulang pinggul serasa mau retak terhimpit badan becak and badannya suamiku hehehehe (hiperbola?? nggak tuh, realita!!! :D)

Again soal tawar-menawar, naik becak di Jogja juga harus nawar dan sepakat tentang harganya sebelum menempelkan pantat kita di bangku becak, soalnya kalo nggak, harganya bisa tiba2 berubah begitu kita turun. Nah biasanya abang becak itu bakal menawarkan kunjungan ke serangkaian tempat dengan satu tarif (mis., keraton, toko batik, toko lukisan, toko bakpia). Jangan heran juga kalo kita dibawa sama abang becak itu ke toko2 yang tempatnya nyelip2 di ujung gang and only God knows where, karena menurut teman saya yang lama tinggal di Jogja mereka memang dibayar oleh si pemilik toko untuk itu dan kalo si pengunjung beli sesuatu dari toko tersebut, mereka bakalan dapat komisi tambahan.

So buat yang mau jalan-jalan naik becak di Jogja, ingat tips jitu ini ya "Jangan Lupa Menawar"!

2. At Keraton
Semua juga dah pada tau kan, kalo yang namanya Keraton itu ya tempat tinggal Sultan. Ada yang berubah dari keraton yang aku ingat 2 tahun lalu. Dulu kayanya damai ya, tentram, semuanya serba resmi (maksudnya guide resmi, peraturan resmi, dll). Nah kalau sekarang ini, ga tau kenapa, semuanya serba dipaksakan, misalnya turis yang tadinya boleh memilih mau pakai jasa guide atau tidak, sekarang harus dan kudu pakai guide. Udah gitu, guide-nya sepertinya ga punya standar touring yang pasti; jadi ada sebagian turis yang dibawa lengkap ke seluruh bagian keraton, ada juga yang cuma dibawa keliling ke beberapa bagian, dan bagian lainnya dilewati. Oh Jogja-ku kenapa bisa jadi begitu ya??

3. At Prambanan
Nah tentang Prambanan ini ceritanya hampir sama kaya cerita aku waktu ke Monas. Kenapa aku bilang hampir sama, karena jalannya jauh, panas, and ga ada angkutan. Jadi ya terpaksa jalan kaki deh. Tp kali ini ga begitu bete kaya waktu di Monas karena ada adeku yang nemenin. Coba kalo cuma aku, masku and fabrice, wahhhhh bakalan bete banget, karena dibanding mereka berdua aku tuh yang paling ga doyan jalan. Maklumlah di Indonesia untuk ke mana2 dikit kan aku naik ojek, angkot or becak.

Lanjut ya.. ok, sekarang aku mau kasih info sedikit nih tentang Prambanan. Buat yang belum tau silakan dibaca untuk yang udah pada tau ya terserah mau diapain :)

Prambanan itu adalah candi Hindu terbesar yang terletak di perbatasan Jogja dan Jawa Tengah. Candi ini pertama kali ditemukan oleh seorang Meneer Belanda yang namanya C.A Lons pada 1773. Pertama kali ditemukan hanya berupa reruntuhan yang ditumbuhi semak belukar. Kemudian pada 1885 candi ini dipugar untuk pertama kalinya oleh lagi2 orang Belanda bernama Izzerman. Di kompleks candi Prambanan ini terdapat 3 candi utama: Candi Siwa, Brahma dan Wishnu. Candi yang paling gede adalah candi Siwa dengan luas 34x34 meter tinggi 47m, sedangkan 2 candi lainnya hanya berukuran 20x20 meter, dan tinggi 33 m.
Nah di pelataran kompleks candi Prambanan ini selama bulan Mei sampai Oktober, saat bulan purnama terdapat pertunjukan Sendratari Ramayana yang dimulai jam 19.00-21.00 WIB. Tiket bisa dibeli di tempat2 biasa atau langsung di tempat pertunjukan. Bergegaslah, tiket terbatas! Siapa lagi2!!!!Karacang Karacang Tararahu tararahu!!!!

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home