Tuesday, April 07, 2009

ya n tidak

Tidak & Ya

Sebagai orangtua, kita memegang penuh kendali untuk membentuk kebiasaan anak. Kita berhak membiarkan atau melarang anak melakukan sesuatu. Kita pula yang menentukan jenis makanan dan minuman apa yang boleh ia konsumsi, dan mana yang tidak.

Namun, konsep sederhana itu bisa menjadi rumit seiring dengan perkembangan anak. Semakin besar, ia semakin kenal berbagai jenis makanan dan minuman. Apalagi jika ia sudah punya kehidupan sosial sendiri. Sudah bergaul dengan teman seusianya, di taman bermain, atau di sekolah. Di periode ini, biasanya anak mulai bisa memilih makanan yang ia rasa enak dan tidak enak. Yang ia suka dan tidak suka. Di masa-masa ini orangtua sering "kehilangan kendali" terhadap pola makan buah hatinya.

Memang, tak ada salahnya bila sekali waktu kita membelikan Si Kecil es krim, atau memberinya cokelat sebagai imbalan saat ia mencetak prestasi. Namun, bila anak sudah menyukai makanan atau minuman tertentu, ia cenderung lebih sering memintanya. Bahkan, pada satu waktu, permintaan itu bisa berubah menjadi tuntutan. Ia akan meminta dengan paksa pada orangtuanya, dan menolak makanan lain yang tak terlalu disukainya.

Bila ini terjadi, harus diingat bahwa kita sedang dalam proses membentuk kebiasaan hidupnya, salah satunya pola makan. Oleh karena itu, toleransi kita pun harus dibatasi. Jika tidak, bisa-bisa kita membiarkan anak menabung penyakit untuk masa depannya. Yang perlu kita terapkan dalam membentuk pola makan anak tak lain adalah pemahaman, kapan harus berkata "tidak" dan kapan boleh berkata "ya".

Tak mau menghabiskan makanannya

Katakan: Ya. Tak perlu khawatir bila Si Kecil melakukan hal ini. Bisa jadi ia memang sudah kenyang. Bila ternyata ia baru makan sedikit, kita tak perlu menawarkannya makanan pengganti atau susu. Biarkan saja ia bermain hingga merasa lapar kembali. Di usia balita, anak memang tengah mencari pola makan yang cocok dengan dirinya. Yang harus kita lakukan adalah membuat jadwal makan yang teratur untuknya.

"Nafsu makan anak balita memang fluktuatif sepanjang hari. Itu normal. Bila di satu saat ia hanya makan sedikit, maka di saat yang lain, dengan sendirinya ia akan makan banyak. Kewajiban orangtua adalah menyediakan pilihan makanan yang sehat dan sesuai untuk anak," dr. Johanes Candrawinata, MNC, SpGK.

Ingin makan sambil bermain

Katakan: Tidak. Makan adalah aktivitas tunggal. Artinya, ini sebaiknya dilakukan tanpa dibarengi kegiatan lain. Pemahaman ini penting dan perlu ditanamkan pada anak sejak usia dini, terutama ketika ia mulai bisa makan sendiri.

"Menyuapi anak sambil membiarkannya bermain atau menonton televisi bukanlah hal yang baik. tindakan ini akan membuat waktu makannya jadi lebih panjang. Perhatiannya pun terbelah, sehingga ia tak tahu makanan apa yang masuk ke dalam mulutnya," jelas dr. Johanes, yang juga anggota dewan penasihat majalah Prevention ini. Kebiasaan seperti ini juga berpotensi menjadikan anak tidak mandiri. Bila dibiarkan, bahkan dapat berlanjut hingga ia dewasa.

Memaksa ingin makan sendiri

Katakan: Ya. Melatih anak makan dengan alat makannya sendiri sebaiknya dilakukan sejak ia berusia dua tahun. Ajarkan ia supaya mencuci tangan dulu sebelum makan. Biasakan juga untuk makan di meja makan bersama anggota keluarga yang lain, dengan waktu yang terjadwal. Dalam suasana itu, anak akan belajar dengan melihat kebiasaan makan orangtua dan saudara-saudaranya. Situasi kekeluargaan yang terbangun juga akan meninggalkan kesan yang kuat padanya. Dampak lainnya, anak akan terbiasa makan secara teratur, dan tidak sambil berlarian.

Pilih-pilih sayuran

Katakan: Ya. Jika Si Kecil sering menolak makan sayur, kita harus memikirkan strategi lain untuk membuatnya mau melahap sumber serat itu. Jangan lantas memaksanya untuk menghabiskan sayuran yang tak ia sukai. Bisa-bisa ia trauma dan sama sekali tak mau makan sayur.

Coba tawarkan jenis sayur lain dengan rasa yang tidak pahit, atau agak manis. Bisa juga dengan menyisipkan sayur yang tak ia sukai ke dalam menu makanan favoritnya. Atau, mengolah sayur itu menjadi jenis makanan lain, seperti cake atau roti. Yang pasti, orangtua merupakan teladan paling efektif bagi anak. Jika anak terbiasa melihat kedua orangtuanya melahap sayuran, ia pun akan mengikuti kebiasaan tersebut.

Lebih suka minum susu daripada makan

Katakan: Tidak. Banyak orangtua yang tak mengeluh jika anaknya senang minum susu. Seringkali, mereka justru memberikan susu setiap kali anak memintanya. Terutama jika anak tersebut sulit makan. Masalah akan timbul ketika anak yang berusia di atas dua tahun, terbiasa minum susu lebih dari tiga gelas dalam sehari.

"Susu memang dapat menggantikan asupan gizi yang diperlukan anak dari makanan, sebab kandungan nutrisinya lengkap. Namun, minum susu terlalu banyak akan membuat anak merasa kenyang, sehingga ia tak mau makan sesuai jadwal normalnya," ujar dr. Johanes. Orangtua juga perlu biaya besar bila terlalu sering membiarkan anak minum susu.

Tak suka minum susu

Katakan: Ya. Anak yang sedang dalam masa pertumbuhan perlu minum susu untuk memenuhi kebutuhan kalsiumnya. Namun, sumber kalsium tidak hanya terdapat di susu. "Jika anak sulit minum susu, coba berikan makanan lain yang berbahan dasar susu sapi. Misalnya, keju tinggi kalsium, yogurt, atau es krim," kata dr. Johanes. Diharapkan, jika anak sudah terbiasa dengan produk-produk makanan tersebut, ia tak akan asing lagi dengan rasa susu.

Selain itu, orangtua juga bisa mencukupi kebutuhan kalsium anak melalui makanan pokok. Buatkan anak menu makanan yang menganndung banyak ikan dan sayuran hijau. "Kalsium banyak terdapat di ikan teri, sarden, atau pepes ikan duri lunak," tambah dr. Johanes.

Hanya mau minuman manis

Katakan: Tidak. Air putih adalah jenis minuman yang wajib dikonsumsi setiap manusia, karena membantu memperlancar proses pencernaan. Sementara minuman manis biasanya mengandung kalori, sehingga konsumsi berlebihan berpotensi meningkatkan berat badan pada anak. Gula juga dapat memicu timbulnya kerusakan pada gigi anak.

Masalah ini bisa disiasati dengan membiasakan anak minum lemonade. Siapkan air putih dalam wadah besar, masukkan potongan dan perasan jeruk lemon serta pemanis buatan tanpa kalori, seperti sucralose. "Secara bertahap, kurangi pemanis buatan, hingga yang ada hanyalah rasa jeruk lemon alami. Hal ini membiasakan anak untuk menyukai air murni lagi," saran dr. Johanes.

Monday, March 16, 2009

The Way I am



"THE WAY I AM" (official video) - Ingrid Michaelson


If you were falling, then I would catch you.
You need a light, I'd find a match.

Cuz I love the way you say good morning.
And you take me the way I am.

If you are chilly, here take my sweater.
Your head is aching, I'll make it better.

Cuz I love the way you call me baby.
And you take me the way I am.

I'd buy you Rogaine when you start losing all your hair.
Sew on patches to all you tear.

Cuz I love you more than I could ever promise.
And you take me the way I am.
You take me the way I am.
You take me the way I am

Monday, November 17, 2008

Bathroom Prank... lucu ;)







Tuesday, October 07, 2008

CARA CEPAT MELIPAT BAJU!!





Friday, September 26, 2008

Kenali Warna Buah dan Sayur

Di sekitar kita banyak sayur dan buah yang segar dengan warna-warna yang cantik. Nah, warna itu ternyata bukan sekadar penghias saja, tapi juga menyiratkan kandungan nutrisinya. Mau tahu apa saja kandungannya? Gampang, lihat saja dari warnanya.

1. Merah tua atau ungu. Buah dan sayur yang berwarna ini mengandung antioksidan yang menghambat terbentuknya gumpalan pembuluh darah sehingga mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Misalnya, terong ungu, apel merah, anggur merah dan ungu, pir merah, cabai merah, ceri, blackberry, blueberry, plum.

2. Merah. Mengindikasikan kandungan antosianin dan likopen. Antosianin mencegah infeksi dan kanker kandung kemih. Likopen menghambat fungsi kemunduran fisik dan mental agar tidak mudah pikun. Warna merah pada sayuran juga mengindikasikan kandungan flavonoid yang berfungsi sebagai antikanker. Kandungan ini antara lain banyak terdapat pada semangka, stroberi, tomat, jambu biji merah, kol merah, bayam merah, bit.

3. Jingga. Warna ini menyiratkan kandungan betakaroten yang berfungsi menghambat proses penuaan dengan meremajakan sel-sel tubuh. Zat ini juga akan berubah menjadi vitamin A yang memacu kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit. Kandungan ini terdapat di ubi merah, labu kuning, wortel, melon jingga, pepaya, aprikot, mangga, dan jeruk.

4. Kuning. Kaya akan kalium, yang bermanfaat mencegah stroke dan jantung koroner, serta mencegah katarak. Banyak terdapat pada belimbing, nanas, pisang, belimbing buah, dan belimbing sayur.

5. Hijau. Mengandung asam alegat yang menggempur berbagai bibit sel kanker, serta menormalkan tekanan darah. Juga vitamin C, B Kompleks, serta zat besi, kalsium, magnesium, fosfor, betakaroten, dan serat. Kekurangan zat ini akan menyebabkan kulit jadi kasar dan bersisik. Banyak terdapat pada avokad, anggur hijau, semua jenis sayuran berwarna hijau.

6. Putih. Sedikit mengandung antioksidan, tapi kandungan vitamin C dan seratnya yang tinggi ampuh menjaga sistem pencernaan. Terdapat pada taoge, kol, kembang kol, sawi putih, rebung, jamur, sirsak, duku, kelengkeng, dan leci.


Erika

Sumber: Kompas.com

Thursday, September 11, 2008

Jadul Beneer!!! Asli Lucu!!! :))






Pertanyaannya: Kenapa harus bawa2 HT????? Apa dia merangkap sebagai satpam/security???? hihihii :)))

Monday, August 11, 2008

Pertanyaan hari ini: Ordinary Racism or Just Stupid?

Beberapa hari yang lalu saya pergi ke suatu tempat dengan menggunakan bus.

Di dalam bus kota ini biasanya disediakan tempat untuk meletakan stroller (poussette/kereta dorong bayi) atau bisa juga untuk kursi roda. Untuk bus yang berukuran biasa, tempat stroller/kursi roda ini berada di bagian tengah dan untuk bus yang lebih besar (bus gandeng), stroller2 ini dapat diletakan di pertengahan depan dan belakang bagian bus. (lihat gambar).




Kalau bus dalam keadaan kosong, tempat duduk favorit saya adalah tepat di belakang tempat stroller2 tersebut, karena walaupun ruang untuk kaki lebih sempit namun tempatnya yang lebih tinggi dan tidak ada bangku2 di depannya membuat orang kecil macam saya bisa melihat ke luar dengan leluasa, tanpa terhalang badan atau kepala orang2 yang duduk di depan.

Sore itu, sayang sekali bus dalam keadaan lumayan padat. Sehingga saya terpaksa duduk di belakang tempat favorit saya tersebut. Penumpang bus naik dan turun silih berganti (ya iyalah namanya juga penumpang).

Beberapa saat kemudian naik seorang perempuan berkulit hitam (Afrika) dengan mendorong stroller dengan seorang anak di dalamnya. Perempuan itu juga dalam keadaan hamil besar. Kebetulan pada saat itu, hanya ada seorang laki2 berkulit putih yang duduk di bangku barusan depan (tepat di belakang tempat stroller2). Laki2 itu baru saja menggeser pantatnya dari tempat duduk yang berada di dekat jendela ke sisi yang berlawanan (aisle/couloir).

Tiba2 saya dengar perempuan hamil berkulit hitam itu berkata "Pak, bolehkah saya duduk?" Laki2 itu langsung bangun dan berdiri sambil menyilahkan agar perempuan itu untuk masuk dan duduk di tempat dekat jendela.
Perempuan itu menjawab "Maaf pak, saya hamil besar, jadi agak susah, kalau boleh, saya duduk di sini saja (dekat jalan ke luar/aisle/couloir) lagipula supaya saya bisa memegangi stroller saya dengan mudah".
Dengan ketusnya laki2 itu menjawab "Take it or leave it Madame!!! No second offer". Perempuan itu hanya bisa diam.

Perasaan saya yang mendengar hal itu dengan jelas langsung tercampur aduk. Ada rasa sedih dan ketakutan, bagaimana seandainya saya yang berada dalam posisi perempuan itu??? Dan yang pasti ada rasa marah karena darah langsung naik ke ubun2. Apa susahnya sih buat seorang laki2 40 tahunan, tidak hamil, tidak bawa anak, dan masih sehat untuk menggeser lagi pantatnya 30 cm saja ke arah jendela??? seberat itukah?? Apa ini salah satu bentuk dari rasisme karena perempuan itu berkulit hitam??

Hal yang lebih mengesalkan lagi, tidak lebih dari 5 menit setelah kejadian itu laki2 tersebut turun dengan cueknya. Ya ampun!! batin saya. Jadi dia bertingkah sombong dan semena2 seperti itu tadi hanya demi duduk yang ga lebih dari 5 menit??? Duhh kalau ga istighfar ingin rasanya saya dorong laki2 itu hingga jatuh tersungkur, namun apa daya... di negeri ini saya juga orang asing dan saya orang kecil (dalam arti yang sebenarnya)...