Sunday, October 29, 2006
Saturday, October 28, 2006
Pesawat Jatuh
Setelah menunggu beberapa menit, tiba saatnya untuk naik ke pesawat. and.. surpriiiiiiise! Pesawatnya kecil dan tuaaaaaaaaaaa banget. Terus kok tulisan yang tercantum di badan pesawat bukan nama maskapai penerbangan yang aku pilih melainkan maskapai penerbangan lain, aku ga ingat namanya tapi yang pasti punya Indonesia hehehehe. Karena takut salah dengar atau salah naik, aku tanya aja ke mbak2 yang meriksa tiket dan ternyata memang benar ini pesawat yang akan bawa aku ke Indonesia. Terus aku bilang ke mbak2 itu "Ya ampun mbak.. memang bisa nyampe ke Indonesia 15 jam pake pesawat model gini??" Mbak2 itu jawab, "bisa kok mbak tenang aja".
Ya udahlah dengan berat hati aku naik aja ke pesawat itu. Terus biasanya kan orang lain yang lagi pada nunggu pesawatnya juga ga pada dadah2an ya kita, eh ini mereka ga cuma bilang dadah or bubye tapi mereka juga bilang "byeeeee I hope u can swimmmmm!!!" halaahhh tambah deg2an aja akunya.
Anyway sekarang scene-nya ada di dalam pesawat. Sesampainya di dalam pesawat, aku surprise lagi ngeliat awak kabinnya yang banyak banget, and sebagian besar tuh bukannya mbak2 pramugari yang cantik2 tapi ibu2 yang gendut2. Secara ga sengaja aku dengar percakapan mereka. Salah satu dari ibu2 awak kabin itu bilang "eh tugas di mana kamu sekarang?", ibu awak kabin lainnya jawab "oh aku di wing (sayap) kiri, kamu di wing kanan ya?"
Nah karena aku punya prinsip malu bertanya sesat di pesawat, tanyalah aku sama si ibu2 awak kabin itu "Ohhh emang ada tugas wing kiri wing kanan ya bu? maksudnya apa ya?" Si ibu itu menjawab sambil tersenyum manis ala pramugrari "Ya iya dong mbak, petugas wing kiri dan wing kanan itu fungsinya untuk menyeimbangkan pesawat kalo lagi terbang. Kalo di wing kiri atau wing kanan semua nanti terbangnya miring-miring dong???!!!! *Gubrakkksss*
Anyway dengan segala suprise yang aku dapat tadi, instead of leaving and get out from the plane, aku tetap nekat naik itu pesawat. Beberapa menit setelah lepas landas, terbang bebas.. "BOOMMMMM" pesawat meledak, terpecah jadi dua (kayak di film seri Lost). Aku terhempas and jatuh bebas dari pesawat yang terbelah dua, anehnya beberapa saat sebelum badan ini terhempas di tanah, dari permukaan tanah muncul bantal seperti air bag yang ada di mobil; jadi walaupun jatuh, aku masih bisa selamat. Ternyata penumpang yang selamat bukan aku sendiri, tapi juga mbak2 yang meriksa tiket tadi. Aku bilang ke mbak2 itu "Tuh kan mbak, apa saya bilang?! pesawat ini ga bisa bawa saya pulang ke Indonesia" ehhhh dengan santainya mbak2 itu bilang "Ya ampun mbak.. ini juga masih untung pesawatnya jatuh ga jauh2 amat dari airport!"
*speachless* and terbangun gara2 telepon iseng dari Indonesia.
Thursday, October 26, 2006
Masih cerita lebaran
Hi people!! Akhirnya sempat juga lebaran ke rumah Dubes RI. lumayan deh bisa ketemuan sama si gulai dan si opor. Lebarannya orang Indonesia di Paris, ga kaya lebarannya orang Indonesia di negara lain. Kalo kebanyakan di negara lain dirayainnya langsung di KBRI-nya, kalo di Paris cuma sholat iednya yang di KBRI sedangkan perayaannya di rumah Bapak Dubesnya. Cool kan?? hehehehe....
sebelumnya. Yang bikin beda pertama tempatnya. Dulu taman yang ada di depan ga seindah taman yang sekarang, begitu juga open space yang ada di bagian tengah rumah. Dulu di open space itu cuma ada kerikil-kerikil kecil, nah kalo sekarang ada tempat untuk bikin panggung, kolam ikan and taman2 kecilnya.. pokoknya jadi lebih indah deh.. and dikasih nama Balai Rakyat. Once again..Cool kan? hehehehe...


Tuesday, October 24, 2006
Lebaran Stuffs
So for all the people who celebrate Idul Fitri and/or know me and David:
Monday, October 23, 2006
Capeekkk..
Relieved
Nah untuk urusan masak memasak, terpaksa untuk pagi ini kita nrimo saja sarapan pake susu cokelat n kue2 lebaran yang aku pesan dari kedutaan. Belum ada opor, sambal goreng apalagi lontong. Untuk tiga yang terakhir tersebut kayanya baru besok bisa terwujud. Hari ini kita pergi aja deh kekedutaan. Menikmati apa yang ada. Menerima kenyataan dengan lapang dada. Hahahaha segitunya ya :d
Sunday, October 22, 2006
Shocking Lebaran
Friday, October 20, 2006
Happy Birthday Ibu..
Tak terasa hari ini umurmu bertambah satu
Selamat ulang tahun ya Ibu
Semoga panjang umur, murah rejeki, dan sehat selalu
Semoga segala yang Ibu inginkan bisa tercapai
Aku belum bisa kasih apa-apa untuk Ibu
Aku hanya bisa mengucap nama Ibu dalam doaku
Sekali lagi selamat ulang tahun ya Ibu
Semoga Allah memberi Ibu umur yang panjang agar bisa terus menambah amal ibadah; dijauhkan dari penyakit dan senantiasa diberikan kesehatan; semoga Ibu selalu berada dalam lindungan-Nya dan mendapat ridho-Nya di setiap langkah yang Ibu ambil...
Amin.. Amin.. Ya robbal alamin
Thursday, October 19, 2006
I Remember The Time
Krisdayanti, one of the greatest singer in Indonesia. She is beautiful and her english is not bad at all, am I right? One thing for sure, I think she is more ready to do the "go international" thing than Agnes Monica hehehe. well Agnes is a good singer and actress..i just wish she dances differently.
Tuesday, October 10, 2006
Himbauan
PS: Don't bother to call if only for asking those question.
Friday, October 06, 2006
Where to live: an appartement or a house?
Kalo suamiku, dia lebih suka tinggal di apartemen. Alasannya, pertama, lebih praktis, karena biasanya apartemen terletak di tengah kota, sehingga jarak ga jadi masalah. Subway dan supermarket hanya 1 menit jalan kaki dari letak apartemen, bisa pulang untuk makan siang saat jam istirahat. Jarak dan waktu tempuh kemana-mana ga pernah jadi masalah. Jadi selain hemat waktu juga hemat uang dan bahan bakar.
Kedua, menurutnya tinggal di apartemen lebih aman dan mudah. Kita gak gampang diganggu "sembarang" tamu karena selain ada attendant atau guardien-nya, di apartemen biasanya ada interkom or bahkan cameraphone. Jadi kita bisa nge-cek apa ini tamu yang kita inginkan atau tidak. Belum lagi kalo ada masalah, misalnya litrik mati, pipa bocor, wc mampet. Kita tinggal hubungi aja bapak attendant or guardien tersebut. Nanti dia deh yang ngurus semuanya. Terus kalo kita mau pergi2 untuk jangka waktu lama, kita ga perlu khawatir akan keamanan apartemen kita dan isinya, karena ya itu tadi ada pak attendant :)
Alasannya lainnya, harga rumah di tengah kota Paris mahalnya minta ampun. Hanya orang yang sangat kaya raya super duper banget sekali ampun2an yang bisa beli rumah di tengah kota Paris.
Nah kalo aku sebenarnya merasa ga pas tinggal di apartemen. Kenapa?
Pertama, aku lebih suka rumah yang ada tanahnya, yang di saat hujan bisa memunculkan aroma hujan yang khas. Terlebih lagi nanti kalau misalnya nanti sudah punya anak. Kayaknya kok riskan ya kalau tinggal di apartemen yang tinggi. Sekalipun apartemen yang ada di Paris ga pernah lebih dari 7 or 8 lantai, tapi kan tetap aja, begitu buka pintu anak-anak bisa langsung mengakses tangga atau elevator.
Kedua, soal masak-memasak. Seperti yang aku udah ceritakan sebelumnya, di apartemen kita ga bisa memasak semau kita. Jangankan ikan asin, aku pernah kok diomelin tetangga bawah hanya karena masak masakan india yang notabene bau bumbunya nendang banget.
Ketiga, toleransi harus tinggi. Kalau tetangga lagi pesta-pesta, mau ga mau kita juga ikutan pesta. Tapiii tunggu dulu!! ini bukan karena kita diundang lho, tapi lebih ke arah kebagian brisiknya. Untungnya jendela yang ada di rumah kita itu jendela berperedam suara, jadi suara2 dari luar ga akan masuk terlalu banyak. Bayangin aja kalo nggak?! Saat tetangga bawah lagi pesta, kita dipaksa untuk ikut dengerin musiknya yang hingar-bingar, nah kalo tetangga atas yang lagi pesta, bukan hanya musik yang terpaksa kita dengar tapi juga jedak-jeduk langkah kakinya, yang udah pasti bukan hanya 1 orang tp bisa lebih dari 10 orang. Ya jelaslah yaw namanya juga pesta. Yang paling menderita biasanya pas musim panas. Orang sini kan anti banget sama AC, karena menurut mereka ga sehat dan merusak lingkungan. Jadi kita harus buka jendela di waktu malam supaya ademan dikit. Nah kalo kebetulan ada tetangga yang lagi pesta, ya kita terpaksa begadang juga deh. Itulah yang memaksa kita akhirnya untuk beli kipas angin and AC portable supaya jendela bisa ditutup. *Sigh* untung biasanya pesta2 itu cuma diadakan pas akhir pekan, eh tapi ada juga lho jenis aktivitas lain yang biasanya dilakuin malam hari dan ga cuma pas akhir pekan. Bukan tidur loh...apa coba?? yakk benar faire l'amour :) alias making love. Bayangkan aja, saat musim panas, jendela terbuka, lagi pengen tidur, eh denger jedak-jeduk beritmik and desahan atau teriakan2 aneh dari lantai atas hehehe :) Halah halahhh mbok yao ditutup dulu itu jendelanya wahai tetanggaku!!! mo berbagi keceriaan ya?? hikhikhikhik...
Thursday, October 05, 2006
Homesick nihhh
Untuk urusan telfon-telfonan dan sms-an sih ga terlalu masalah karena ada Yahoo dan Skype (iklan kali?!). Nah untuk urusan makanan ini yang rada susah. Yah namanya orang homesick, apapun yang bersifat Indonesia selalu diburu sampai titik darah penghabisan. Misalnya tempe; tempe itu bisa jadi sesuatu yang sangat berharga, sampai dibela2in naik subway PP 1,5 jam hanya untuk bisa dapetin itu tempe. Ikan asin, biarpun sampai dimarahin tetangga karena baunya yang menurut mereka amit2 (tinggal di apartemen bo'), tetep aja digoreng. Emping, yang saat digoreng bikin teriakan panik dari suami "eh kok kayak bau gas bocor sih nih?? " sambil meriksa2 selang2 gas, teuteuupp aja dimakan. Aduh gimana terasi ya hehehe.. untuk yang satu ini aku belum berani nyoba. Takut dipanggilin pemadam kebakaran sama tetangga hihihihi.
Belum lagi masalah musik. Dulu selagi masih di Indonesia aku jarang dengerin dangdut. Sekarang?? musik apapun aku dengerin, dari pop, rock, dangdut, keroncong, sampe campur sari. Gila ya? betapa homesick bisa mengubah seseorang.
Oiya ada cerita lucu saat aku dengerin radio Indonesia. Jadi gini, waktu itu kebetulan suamiku ada di rumah dan tu radio banyak banget nyiarin lagu2nya ratu (TTM, Buaya darat, Jangan bilang siapa2 dll). Tau donk Ratu? itu lho groupnya maya and mulan kwok yang memproklamirkan diri sebagai group pop rock?! You know what my husband said about their songs?? Dia bilang "Kenapa sih orang Indonesia kalo bikin lagu selalu aja ga jauh2 dari cinta2an? selalu aja ada kata2 "cintaku" "padamu" "dirimu" "diriku" yang begitu2 deh. Melow banget?!". Dalam hati aku cuma bilang "alamak ratu dibilang melow? gimana kalo dia denger obbie messakh, dian pisesha, nia daniati ya? thanks to Harmoko yang udah bilang stop lagu cengeng"
Wednesday, October 04, 2006
Song of the day
Here's a little song i wrote,
you might want to sing it note for note,
don't worry, be happy
when you worry you make it double
don't worry, be happy
dont worry be happy
dont worry be happy
dont worry be happy
dont worry be happy
aint got no place to lay your head,
somebody came and took your bed,
don't worry, be happy
he may have to litagate,
dont worry (small laugh) be happy,
don't worry, be happy
when your worried, call me,
i make you happy
don't worry, be happy
aint got no cash, aint got no style,
aint got no gal to make you smile
but don't worry, be happy
cos when you worry, your face will frown,
and that will bring everybody down,
so don't worry, be happy
don't worry, be happy now...
don't worry, be happy
don't worry, be happy
don't worry, be happy
now there this song i wrote
i hope you you learned it note for note
like good little children
dont worry be happy
listen to what i say
in your life expect some trouble
when you worry you make it double
dont worry be happy
be happy now
dont worry, be happy
dont worry, be happy
dont worry, be happy
dont worry, be happy
dont worry
don't worry, don't worry, don't do it,
be happy,put a smile on your face,
don't bring everybody down like this
don't worry, it will soon pass whatever it is,
don't worry, be happy,
i'm not worried
Sunday, October 01, 2006
Lebaran ala batak
Horas Lebaran..!
Saudara-saudara sekalian...
Meskipun hidup semakin 'Simanungkalit',
Harga-harga 'Naek Sagala', dan 'Pandapotan Manurung', banyak ‘sihotang’,
keadaan semakin ‘ginting’, kepala pusing sampai ‘sibutar-butar’, rakyat miskin sudah ‘pangaribuan’, anak-anak nangis ‘marpaung-paung’ dan otak sudah ‘sitompul’.
Janganlah kita putus 'Harahap'dan harus sabar ‘sitorus’.
Mintalah selalu 'Parlindungan' pada Allah SWT...
Apalagi dalam Bulan Ramadhan ini
Karena hidup bukan hanya 'Manuntut Pangaribuan'.
Kita harus 'Bonar-Bonar Togaaar' manghadapi cobaan.
Uruslah akhlak kita baik-baik, jangan suka usil pada 'Situmorang'.
Walaupun 'Simarmata' kita sering melihat ketidakadilan,
Tetaplah 'Manahan Sabar Sitorus',
Supaya terciptalah 'Pardamean' abadi dan 'Pohan' kebaikan kita berbuah 'Siregar'...
Mari saling memaafkan atas Sagala 'Silalahi' kita semua...
Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
NB: Harap cepat pergi ke 'Panjaitan' untuk baju baru, sebelum 'Situmorang' pada mudik...
Sate yang bukan sembarang sate
Republika 16 Juni 2006
Bila berkunjung ke daerah, kenali dulu bahan makanan "aneh" yang akan kita santap agar terbebas dari asupan bahan tidak halal.
SOLO
Ada sate yang bukan sembarang sate di Solo. Namanya "sate jamu". Sekilas, tak ada yang aneh pada makanan ini, lumrah seperti sate kebanyakan. Embel-embel jamu di di belakangnya, lebih menggiring asosiasi pembeli pada jamu gendong atau produk herbal lain yang menyehatkan. Namun, setelah diamati dan diteliti lebih lanjut, ternyata yang dimaksud dengan sate jamu bukanlah sate yang dibubuhi jamu atau yang berkhasiat jamu. Sate itu sebenarnya hanyalah nama samaran dari sate yang terbuat dari daging anjing! Makanan ini dijual orang di warung-warung pinggir jalan antara Solo dan Boyolali, serta jalan lain di sekitar Kartosuro. Penggunaan nama menu yang tidak berterus terang ini menimbulkan persepsi yang salah bagi konsumen muslim. Kalau yang ditawarkan adalah sate anjing atau sate babi, tentulah sebagai muslim kita akan menghindarinya dengan kesadaran penuh. Tetapi dengan nama yang tidak jelas tersebut bisa saja kita jadi tertipu dan memakan menu tersebut tanpa merasa bersalah.
BALI
Di Bali, orang mungkin sudah sangat terbiasa dengan makanan bernama "lawar". Masyarakat Bali sering membuat menu istimewa ini pada acara-acara hajatan mereka. Makanan ini terdiri dari bermacam-macam sayuran yang dicampur dengan daging dan bumbu. Sepintas makanan ini mirip dengan urab di Jawa. Tidak banyak yang tahu bahwa di dalam lawar tersebut sering ditambahkan darah segar yang dikucurkan. Biasanya berasal dari darah ayam atau hewan lainnya, yang ditambahkan bersama bumbu-bumbuan. Adanya darah segar itu tentu saja menjadikan masakan tersebut haram bagi umat Islam. Apalagi darah yang masih mengalir tersebut ditambahkan dalam keadaan mentah, yang selain haram juga tidak sehat. Ada beberapa restoran modern yang sudah memodifikasi masakan daerah tersebut menjadi lebih higienis dan halal. Lawar yang sebelumnya banyak menggunakan darah segar itu telah dimodifikasi menggunakan bumbu-bumbu yang halal, seperti kecap dan sejenis saus. Tetapi kadang kita sulit membedakan mana lawar yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan Muslim atau yang masih menggunakan bahan haram.
JAWA TENGAH
Di daerah lain di pulau Jawa masih banyak juga warung dan rumah makan yang menyediakan makanan haram secara tersamar. Anda mungkin sering mendengar istilah "marus", yaitu darah yang dibekukan dan dimasak menjadi lauk-pauk yang cukup populer di beberapa tempat di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Marus ini sering berada di deretan menu bersama dengan tahu, tempe dan lauk lainnya. Sepintas lalu marus ini mirip dengan tahu bacem yang berwarna cokelat gelap. Kalau disandingkan dengan tahu bacem, konsumen akan sulit membedakan mana yang marus dan mana yang tahu. Jika kita tidak kritis dan hati-hati, bisa saja tertukar, sebagaimana yang pernah dialami para pembeli dari luar kota yang tidak mengenal marus dengan baik. Ada pula marus yang dimasak ala sate, dengan membuatnya potongan-potongan kecil dan menusuknya dengan tusukan layaknya sate. Parahnya, masakan ini kemudian dicampur dengan sate-sate yang lain, seperti sate ati, telur puyuh, jerohan ayam dan kerang. Konsumen yang tidak tahu akan menganggapnya sebagai jerohan, karena bentuk dan warnanya mirip dengan sate ati. Sebagaimana lawar di Bali, marus yang berasal dari darah yang mengalir itu hukumnya adalah haram bagi orang Islam. Darah hasil dari proses penyembelihan hewan, seperti sapi dan ayam, selayaknya memang tidak boleh dikonsumsi oleh manusia. Selain haram, di dalamnya juga mengandung bakteri patogen yang bisa menyebabkan berbagai macam penyakit. Di rumah-rumah potong yang telah mendapatkan sertifikat halal dari MUI, pemanfaatan darah ini menjadi salah satu prasyarat, apakah ia layak mendapatkan sertifikat halal atau tidak. Jika masih memanfaatkan darah tersebut untuk keperluan manusia (dikonsumsi), maka rumah potong tersebut tidak bisa mendapatkan sertifikat halal, meskipun daging yang dihasilkannya disembelih secara Islam.
MANADO
Di Manado, sangat gampang mendapatkan masakan khas daerah itu yang berasal dari tikus. Tikus kelapa yang banyak terdapat di perkebunan kelapa di daerah itu diburu orang untuk dijadikan masakan khas Manado yang konon menurut penduduk setempat menghasilkan masakan yang enak. Harganyapun cukup mahal, ketika sudah disajikan di restoran-restoran. Jadi, sah-sah saja berwisata kuliner jika berkunjung ke berbagai daerah. Namun kehati-hatian tetap harus utama. Boleh-boleh saja mencoba masakan khas di daerah tersebut, tetapi ingat, standar kehalalan yang menjadi pedoman bagi seorang Muslim harus tetap dijaga.
Ir Nur Wahid Msi, auditor LPPOM MUI dan ketua redaksi Jurnal Halal.
