Monday, August 11, 2008

Pertanyaan hari ini: Ordinary Racism or Just Stupid?

Beberapa hari yang lalu saya pergi ke suatu tempat dengan menggunakan bus.

Di dalam bus kota ini biasanya disediakan tempat untuk meletakan stroller (poussette/kereta dorong bayi) atau bisa juga untuk kursi roda. Untuk bus yang berukuran biasa, tempat stroller/kursi roda ini berada di bagian tengah dan untuk bus yang lebih besar (bus gandeng), stroller2 ini dapat diletakan di pertengahan depan dan belakang bagian bus. (lihat gambar).




Kalau bus dalam keadaan kosong, tempat duduk favorit saya adalah tepat di belakang tempat stroller2 tersebut, karena walaupun ruang untuk kaki lebih sempit namun tempatnya yang lebih tinggi dan tidak ada bangku2 di depannya membuat orang kecil macam saya bisa melihat ke luar dengan leluasa, tanpa terhalang badan atau kepala orang2 yang duduk di depan.

Sore itu, sayang sekali bus dalam keadaan lumayan padat. Sehingga saya terpaksa duduk di belakang tempat favorit saya tersebut. Penumpang bus naik dan turun silih berganti (ya iyalah namanya juga penumpang).

Beberapa saat kemudian naik seorang perempuan berkulit hitam (Afrika) dengan mendorong stroller dengan seorang anak di dalamnya. Perempuan itu juga dalam keadaan hamil besar. Kebetulan pada saat itu, hanya ada seorang laki2 berkulit putih yang duduk di bangku barusan depan (tepat di belakang tempat stroller2). Laki2 itu baru saja menggeser pantatnya dari tempat duduk yang berada di dekat jendela ke sisi yang berlawanan (aisle/couloir).

Tiba2 saya dengar perempuan hamil berkulit hitam itu berkata "Pak, bolehkah saya duduk?" Laki2 itu langsung bangun dan berdiri sambil menyilahkan agar perempuan itu untuk masuk dan duduk di tempat dekat jendela.
Perempuan itu menjawab "Maaf pak, saya hamil besar, jadi agak susah, kalau boleh, saya duduk di sini saja (dekat jalan ke luar/aisle/couloir) lagipula supaya saya bisa memegangi stroller saya dengan mudah".
Dengan ketusnya laki2 itu menjawab "Take it or leave it Madame!!! No second offer". Perempuan itu hanya bisa diam.

Perasaan saya yang mendengar hal itu dengan jelas langsung tercampur aduk. Ada rasa sedih dan ketakutan, bagaimana seandainya saya yang berada dalam posisi perempuan itu??? Dan yang pasti ada rasa marah karena darah langsung naik ke ubun2. Apa susahnya sih buat seorang laki2 40 tahunan, tidak hamil, tidak bawa anak, dan masih sehat untuk menggeser lagi pantatnya 30 cm saja ke arah jendela??? seberat itukah?? Apa ini salah satu bentuk dari rasisme karena perempuan itu berkulit hitam??

Hal yang lebih mengesalkan lagi, tidak lebih dari 5 menit setelah kejadian itu laki2 tersebut turun dengan cueknya. Ya ampun!! batin saya. Jadi dia bertingkah sombong dan semena2 seperti itu tadi hanya demi duduk yang ga lebih dari 5 menit??? Duhh kalau ga istighfar ingin rasanya saya dorong laki2 itu hingga jatuh tersungkur, namun apa daya... di negeri ini saya juga orang asing dan saya orang kecil (dalam arti yang sebenarnya)...


Thursday, August 07, 2008

Review spesial tentang Sinema Indonesia

http://www.sinema-indonesia.com/

Very special review