Monday, December 11, 2006

Sindikat Pencuri Bagasi Digulung

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Kepolisian Resor Khusus Bandara Soekarno-Hatta menggulung sindikat pencuri bagasi dan kargo penumpang pesawat. Polisi menangkap sepuluh tersangka.

Kesepuluh tersangka itu adalah AG (24), NC (29), AS (39), SR (40), GN (35), DN (25), MR (27), HR (30), MD (31), NO (45). Para tersangka adalah porter alias penjaja jasa pengangkutan barang bawaan penumpang dan pekerja di lingkungan bandara itu.

Kepala Polres Khusus Bandara, Ajun Komisaris Besar Polisi Guntur Setyanto mengatakan para pencuri itu ditangkap setelah polisi menggelar operasi selama sepekan terakhir. Mereka kini mendekam di tahanan Polres Bandara. "Modus operandinya dengan cara
didodos (ditusuk), selebihnya jangan saya sampaikan, takut nanti ditiru," kata Guntur di kantornya kemarin.
Guntur mengatakan polisi terus mempelajari cara para pencuri menggerayangi bagasi dan kargo milik penumpang. Menurutnya, polisi mendapat ancaman dan tekanan dalam mengungkap kasus tersebut.
“Tapi kami akan terus mengungkap jaringan pencuri ini,” katanya, seraya menolak mengungkapkan bentuk tekanan yang diterima polisi.
Guntur menyatakan lagi, dengan banyaknya temuan kasus pencurian itu adalah pertanda bahwa sistem pengamanan di areal Bandara Soekarno-Hatta belum terorganisir dengan
baik. "Model pengamanannya mikro, masyarakat juga banyak tak melapor karena mendapat tekanan dari pihak tertentu," ujarnya. Namun lagi-lagi dia tak bersedia mengungkapkan tekanan yang dimaksud.

Salah seorang tersangka yang mengaku bernama Ahmad mengatakan mereka biasa beraksi ketika bagasi lewat atau diangkut porter. Dengan pisau mereka merobek barang dan mengambil isinya.
Sasaran para pencuri itu antara lain kamera digital, telepon genggam, perhiasan, dan uang. Ahmad mengatakan barang curian itu ada yang sudah dijual. “Ada yang saya pakai sendiri,” katanya kemarin.
Guntur mengatakan pengguna pesawat terbang harus waspada ketika melakukan perjalanan. Dia meminta masyarakat tak menyimpan barang berharga di bagasi. “Lebih baik diletakkan di tas jinjing," katanya.
Catatan polisi menyebutkan sejak bulan Agustus lalu sudah tercatat 22 kasus pencurian isi bagasi. "Kita juga mendapat laporan di kargo, bahwa penumpang banyak yang sering mengeluhkan barang bawaannya hilang," kata dia.

Operasi penangkapan pencuri bagasi yang tergolong besar sebelumnya pernah dilakukan kepolisian bandara pada bulan April 2003. Berawal dari laporan seorang penumpang Citilink Garuda tujuan Denpasar, Bali, yang kehilangan gelang rantai emas seberat 230 gram senilai Rp 20 juta pada bulan Januari.
Tiga bulan kemudian polisi menangkap lima pelaku dan seorang penadahnya. Tiga diantaranya, Asep (24), Satiri (21), dan Nur Arifin (27) adalah porter di PT Indonesia Nasional Airlines (PT INA). Dua pelaku lain adalah Fery Sanjaya (24), karyawan PT Jasa Angkasa Semesta (PT JAS) dan Hasyim, pencatat label bagasi dari PT Jasa Dirga.

Semoga ga ada lagi ya pencurian2 semacam itu.. but anyhow I doubt it :(

10 Comments:

Anonymous Anonymous said...

Ihh...ngeri banget ya?? jadi takut deh..,salam kenal ya ..

11:23 AM  
Blogger me said...

Iya nih, mesti waspada beneran deh sama barang2 berharga. Salam kenal juga mbak :)

11:24 AM  
Anonymous Anonymous said...

hihihk serem ahhhhhhhh TFS

11:24 AM  
Blogger me said...

TFS apa tho mbak?

11:25 AM  
Anonymous Anonymous said...

Bakalan kapok kah mereka??? Aku rasa gak tuh!!!

12:45 PM  
Blogger me said...

Masalahnya aku rasa gak cuma segitu aja orangnya. Itu kan yang ketangkep, yang ga ketangkep?!

12:46 PM  
Anonymous Anonymous said...

wah ..mudah2an sering dikontrol deh....ngeri jadi nih kalo nyampe di Bandara..!!

12:46 PM  
Blogger me said...

Iya mbak, adikku udah jadi korban loh. Padahal tasnya itu yang pake kode nomor itu, tetep aja dirusak

12:46 PM  
Anonymous Anonymous said...

ih.. ini dia yg jadi momok selama ini kalo aku pulkam.. paling takut kali kena kejadian ini.. tapi, yg paling menyebalkan justru orang2 yg secara 'terbuka' (baca: petugas berseragam) yg minta oleh2 itu loh.. sebel banget.. biar cuma coklat atau parfum kecil juga, tapi kan bukan 'jatah' mereka kok ya diminta.. terang2an lagi mintanya, dan maksa pulak.... sebel..
btw, salam kenal dari austria...

10:57 PM  
Blogger me said...

betul mbak. tapi alhamdulillah aku belum pernah kena. jangan sampe deh. salam kenal juga ya mbak :)

10:57 PM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home