Monday, December 18, 2006

Tentang seorang sahabat

Sewaktu kecil aku punya sahabat cowok, sebut saja namanya X. Waktu itu dia adalah cowok paling ganteng di lingkunganku, well at least in my mind. Dia baik dan sifatnya yang selalu ceria itu membuatnya jadi orang yang mempunyai banyak penggemar di mana saja. Waktu demi waktu pun berlalu. Kita tumbuh bersama. Kita selalu masuk ke sekolah yang sama. Dan seperti yang sudah aku duga, dia selalu menjadi yang terpopuler di sekolah. Namun demikian, hal tersebut tidak membuatnya jadi sombong atau melupakan aku sebagai teman kecilnya. Aku bangga mempunyai teman seperti dirinya. Ganteng, pandai, ramah dan baik,. Apa aku jatuh cinta padanya?? tidak. Aku sudah sangat jauh melewati masa itu. Kita hanya bersahabat. Dia punya pacar, akupun punya pacar.

Suatu hari dia memberi kabar yang mengejutkan kepadaku. Dia bilang dia harus melanjutkan studinya di kota lain, kota asal kedua orang tuanya. Ya aku sih tidak tau harus bilang apa, sedih sih tapi mau bagaimana lagi.

Waktu berlalu, 1 tahun dia lalui di kota asal orang tuanya. Masa SMA pun usai, tiba saatnya untuk masuk ke perguruan tinggi. Dia pun kembali untuk kuliah di Jakarta.

Dulu tidak jarang aku dan teman2 yang lain merencanakan acara gathering dengan teman2 SMA. Aku pun menghubunginya, aku ke rumahnya untuk memintanya datang ke acara ini. Dia memintaku untuk menghubungi mantan pacarnya yang waktu itu aku sendiri juga sudah tidak tau lagi di mana keberadaannya. Aku iyakan permintaannya itu. Aku coba mencari tau di mana sang kekasih itu kini berada. Aku coba menghubungi hampir seluruh teman2 lama untuk sekedar mendapatkan informasi nomor telepon, tapi hasilnya nihil. Dia menanyakan lagi kepadaku tentang hal itu. Aku pun berbohong. Aku katakan bahwa aku sudah menghubunginya dan dia akan datang. Aku berbohong karena jika tidak dia tidak akan mau datang ke acara itu padahal teman2ku yang lain juga sudah rindu dan ingin bertemu dengannya. Itulah kesalahan terbesarku kepadanya. Dia begitu kecewa setelah mengetahui bahwa mantan kekasihnya tidak datang. Maafkan aku ya sobat…

Selepas acara itu, frekuensi hubungan kami semakin jarang dan jarang, sampai akhirnya tidak pernah sama sekali karena selepas kuliah ia harus bekerja di kota lain. Sampai suatu hari, aku mendapat kabar bahwa ia meninggal dunia karena sakit….. Ia pergi meninggalkan istrinya yang sedang hamil. Ya, sahabatku pergi tanpa sempat melihat kelahiran anaknya yang pertama.

Kakiku lemas, pelupuk mata terasa hangat oleh air mata.

Sahabatku, maafkan aku, maafkan semua kesalahan yang telah aku lakukan kepadamu, termasuk kesalahanku itu.
Sahabatku, aku rindu padamu, engkau selalu mendapat tempat di hati dan pikiranku.
Sahabatku yang baik, selamat jalan… semoga semua dosamu diampuni oleh-Nya dan engkau mendapat tempat yang baik di sisi Allah. Amin.

*hiks aku sedih… :(

13 Comments:

Anonymous Anonymous said...

aku ikutan sedih....hiks
semoga sahabat mbk sari tenang di alam sana...

12:44 PM  
Blogger me said...

Amiiinnn.. Iya mbak, aku tuh sedihnya beberapa hari ini dia selalu datang di mimpi aku. Aduhh.. kok jadi pengen nangis gini sih :( semoga Allah memberi tempat yang nyaman ya buat dia. Amiin

12:44 PM  
Anonymous Anonymous said...

semoga dia tenang disana

10:54 PM  
Blogger me said...

Amin. Thanks ya mbak.

10:54 PM  
Anonymous Anonymous said...

Ikutan sedih bacanya ... *hugs* semoga keluarga Almarhum diberi ketabahan

10:54 PM  
Blogger me said...

Amin. thanks ya mbak

10:54 PM  
Anonymous Anonymous said...

turut berduka cita Sar .... may he rest in peace, amen!

10:55 PM  
Blogger me said...

May he rests in peace, amen! hiks jadi sedih terus kalo keinget dia :(

10:55 PM  
Anonymous Anonymous said...

sari... ikut sedih ya

10:55 PM  
Blogger me said...

Iya mbak. thanks ya

10:56 PM  
Anonymous Anonymous said...

hiks hiks mba jangan sedih trus ya..aku bacanya jadi sedih juga :(

4:31 AM  
Anonymous Anonymous said...

sedekahkan ayat suci Al Qur'an jika almarhumnya dtg dlm mimpi mbak......biar diringankan perjalanannya. aku percaya sudah pasti dia maafkan sejak lama dulu. kasian sama istri dn ank yg masih blm lahir......semoga Allah swt memberi istrinya ketabahan....amiiin. turut berdukacita....*sob*

10:07 AM  
Blogger me said...

ya mbak, setiap habis mimpiin dia, aku selalu baca at least al fatihah terus langsung jadi sedih banget gitu.. tau deh :(

10:07 AM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home