Tuesday, December 20, 2005

Back to frozen

People..I am in the cold country already

Seperti biasa keberangkatan kita kembali ke Prancis juga diisi tangis sesenggukan yang sudah dimulai dari 2 minggu sebelumnya. Berat rasanya meninggalkan keluarga, tapi ya mau bagaimana lagi, memang jalannya sudah harus begini.

1. Persiapan
Packing sudah dimulai dari 3 hari sebelumnya. Bawaan kita bertambah lagi 1 koper karena sekarang kita udah tau kalo MAL memperbolehkan setiap penumpangnya untuk bawa 30 kg. Seperti biasa, Ibu selalu jadi orang yang paling repot dan paling sedih atas kepulangan aku ini. Beliau yang sibuk menyiapkan segala sesuatunya. Dari mulai barang2 sampai makanan yang harus dibawa. Thanks to Ibu yang udah nyiapin rendang 1 kg, aku jadi gak harus capek2 masak begitu sampai di tempat. Makasih ya Ibu. Aku sayangggg banget sama ibu.

2. Di Soekarno-Hatta
Perjalanan ke airport agak diwarnai ketegangan, karena dengan kepadatannya yang tidak terkira, lalu lintas di Jakarta selalu jadi hal yang paling tidak bisa diduga. Pada waktu kita sampai waktu yang tersisa hanya 45 menit sebelum keberangkatan. Itu pun aku masih harus mengurus surat pernyataan bebas fiskal. Untungnya semua berlangsung cepat dan lancar. Setelah itu aku dan David kembali ke luar untuk say good bye ke bapak, ibu dan ade. Saat itu adegan tangis2an berlangsung lagi. Sedihhhhhhhh... . Untungnya cuma berlangsung sebentar. Coba kalau waktu tunggunya masih lama, pasti tambah sedih lagi.

Sesudah itu kita pergi ke bagian pemeriksaan passport. Nah di sini baru ketauan kalau ternyata masa tinggalnya David di Indonesia kelebihan satu hari. Aku udah deg2an ngeri aja tuh. Tau sendirilah gimana liciknya petugas2 imigrasi Indonesia. Untungnya aku ingat waktu mengurus visanya David di KBRI Paris petugasnya bilang ke aku supaya tidak membayar lebih dari 20 USD jika overstay karena hanya sejumlah itulah yang ditentukan pemerintah. Bener aja kan, mereka bilang aku harus bayar biaya overstay 30 USD (lebih 10 USD dari yang ditentukan). Langsung aja aku bilang ke mereka bahwa peraturannya hanya 20 USD bukan 30 USD. Alhamdulillah mereka langsung setuju dan ga minta macam2 lagi.

3. Di Pesawat
Di pesawat, lagi2 aku sedih. Lagi2 aku nangis. Pesawat belum juga take off aku udah kangen sama mereka. Sedihhhhhh.. . Aku bener2 ga peduli deh sama orang sekitarnya. Mau diliatin orang, mau dibilang cengeng, terserah; yang penting saat itu aku lagi sedih dan kalo orang sedih itu biasanya nangis. Normal kan??

4. Di Charles de Gaulle
Aku tiba di sini tgl 16 Desember jam 06.00 pagi. Brrrr..... dingin euy! Dari 30 °c langsung ke 2°c. Mana cuma pakai pullover lagi . Kita dijemput sama Greg and Fabrice yang pulang 2 minggu lebih dulu dari kita. Benar-benar teman yang baik. Hari Sabtu, rela bangun pagi hanya untuk jemput kita. Thanks guys.
Sampai rumah bikinin teh dan kopi buat mereka, ngobrol sebentar, mandi, terus tepar, tidur 10 jam full zzzz..zzzz..zz.....

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home